Warga NU di Grobogan Bikin Aplikasi Koin Digital NU

 


Grobogan - NU Care LazizNu Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, membuat trobosan sistem akses keterbukaan publik terkait keuangan umat Nahdlatul Ulama.

kses keterbukaan publik tersebut bisa masyarakat lihat dari link https://upzisnu-tanggungharjo.netlify.app/ . Kemudian masuk dan atau unduh aplikasi dari halaman web tersebut. 

"Kita baru saja bikin akses ini bersama salah satu umat yang bisa membuat webside dan aplikasi. Dengan begini, masyarakat khususnya umat NU di Kecamatan Tanggungharjo bisa melihat keuangan umat yang masuk, saldo dan pengeluaran kemana saja bisa diakses," ujar Gus Syihab, Sabtu (4/4/2026).

Lebih mudah, cepat dan transparan, begitulah yang diaampaikan oleh pengelola Pondok Pesantren Bustanul Arifin di Kecamatan Tanggungharjo ini.

Bahkan, melalui aplikasi ini, masyarakat seluruh dunia bisa melakukan akses terbuka dalam penyaluran keuangan. Seperti kaun yatim piatu, kaum duafa, santunan warga meninggal tanpa memandang agama dan kepercayaan bahkan donasi koin buat warga yang memperoleh bantuan khitan.

"Jadi santuan tak hanya untuk kaum muslim saja. Melainkan untuk non muslim yang tertimpa bencana dan kematian. Khitan pasti kita berikan santuna sebesar Rp 150 ribu subsidi langsung. Semua keuangan warga bisa diakses melalui aplikasi tersebut," lanjutnya.

Sebagai pengenalan, Gus Syihab menjelaskan, masyarakat diberikan sosialisasi seperti melalui Masjid yang ada di Kecamatan Tanggungharjo. Bahkan tingkat RT dan RW nantinya juga menjadi sasaran sosialisasi program ini.

Sebab, untuk pencarian donasi, lanjut Gus Syihab, akan menggunakan sistem pelaporan ditingkat RT atau RW warga penerima manfaat tinggal.

"Sehingga pertanggungjawaban akan pengeluaran dan laporan tiap bulan melampirkan bukti foto penerima manfaat. Alhamdulillah semoga bisa lancar dan kepercayaan masyarakat semakin kuat lagi," tandasnya.

Sebagai langkah awal sosialisasi,  kegiatan rutinan Malam Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Tanggungharjo mengawali pengenalan program tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at malam Sabtu 3 April 2026 bertempat di Masjid Baitul Makmur Dukuh Bonggo, Desa Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, tersebut menjadi semakin istimewa dengan dilaksanakannya launching aplikasi KOIN Digital sebagai inovasi dalam pengelolaan dan pengumpulan dana umat.

Acara diawali dengan pembacaan dzikir dan tahlil, doa yang dipimpin oleh para tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Suriyah serta sambutan ketua Tanfidziyah NU Ranting Tanggungharjo. 

Dalam sambutannya, Pengurus Ranting NU Tanggungharjo menyampaikan bahwa kegiatan Lailatul Ijtima’ bukan hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga wadah konsolidasi jamaah dalam memperkuat peran sosial keumatan. 

Hal ini sejalan dengan prinsip tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran) yang menjadi ciri khas gerakan NU.

Momentum penting dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran aplikasi KOIN Digital dan dengan adanya digitalisasi ini, pengelolaan dana KOIN NU diharapkan semakin profesional, akuntabel, dan menjangkau lebih luas kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. 

Dengan adanya Aplikasi KION digital diharapkan masyarakat luas bisa ikut memantau dan mengawasi, Serta masyarakat juga senantiasa aktif membantu dan terus menumbuhkah rasa kepercayaanyakepada perngurus Ranting NU Tanggungharjo terutama pengurus UPZIS-NU, Tutur Gus Syihab dalam sambutanya selaku Ketua Syuriah.

Penerapan digitalisasi filantropi ini bukan sekadar gaya-gayaan. Ada beberapa alasan kuat mengapa langkah ini diprediksi akan mendongkrak partisipasi warga:

Transparansi Real-Time: Perolehan dana dapat dipantau secara lebih terbuka, meningkatkan kepercayaan (trust) dari para muzzaki atau donatur.

Aksesibilitas Luas: Warga desa Tanggungharjo yang sedang merantau di luar kota tetap bisa berkontribusi bagi program-program di kampung halaman melalui kode QR yang disebarkan di media sosial resmi.

“Melalui aplikasi KOIN Digital ini, kami ingin menghadirkan kemudahan bagi warga dalam berkontribusi untuk kegiatan sosial dan kemaslahatan umat. Ini adalah langkah kecil menuju pengelolaan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional NU,” tandasnya. (dnd)

DotyCat - Teaching is Our Passion