Pererat Silaturahmi, 150 GTK KKM 02 Grobogan Gelar Pembinaan dan Halalbihalal
Gubug - Keluarga besar Kelompok Kerja Madrasah (KKM) 02 Kabupaten Grobogan menyelenggarakan agenda Pembinaan dan Halalbihalal pada Sabtu (11/04/2026).
Bertempat di Rumah Makan Istana Gubug 2, Desa Tinanding, Kecamatan Godong, acara ini dihadiri oleh sedikitnya 150 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) di tiga kecamatan, yakni Godong, Karangrayung, dan Penawangan.
Ketua Panitia sekaligus Kepala MIN 03 Grobogan, Mutmainah, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia berharap momentum ini menjadi fondasi kuat bagi keharmonisan antar-satuan pendidikan.
"Atas nama panitia halalbihalal, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak guru di lingkup KKM 02. Semoga kegiatan ini terus berkelanjutan dalam merekatkan silaturahmi di satuan pendidikan ini," terang Mutmainah.
Hadir memberikan pembinaan secara langsung, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan, Fahrur Rozi, menekankan pentingnya kesiapan mental siswa dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia mengingatkan para guru agar memastikan anak didik tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.
"Siswa harus siap mental agar tidak ketinggalan zaman. Mereka harus mengikuti perkembangan zaman namun tetap dalam koridor disiplin yang kuat," tegas Fahrur Rozi.
Lebih lanjut, Fahrur merinci bahwa kedisiplinan bukan sekadar konsep abstrak, melainkan harus tercermin dari hal-hal konkret. Menurutnya, kualitas pendidikan bisa dilihat dari penampilan fisik siswa seperti kerapian pakaian dan sepatu, hingga literasi yang ditunjukkan melalui buku-buku yang telah dibaca selama proses belajar.
Adopsi Tradisi Pesantren dan Spirit Guru Madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Fahrur Rozi juga mengajak para guru untuk mengadopsi tradisi pesantren guna menjalin ikatan batin dengan sumber ilmu. Salah satunya dengan mendoakan para penulis kitab atau buku yang dipelajari.
"Agar ilmu bisa bermanfaat, bacakan doa Fatihah kepada penulisnya. Ini adalah tradisi yang diikutkan dalam sistem pendidikan di pesantren," tambahnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar bangga menjadi pendidik di madrasah. Menurutnya, sosok guru madrasah memiliki tempat tersendiri di hati para murid.
"Jadilah guru madrasah, karena sosoknya akan selalu diingat oleh siswanya sepanjang masa," ungkapnya.
Menutup arahannya, Kepala Kemenag menyinggung soal filosofi halalbihalal yang menjadi ciri khas ulama Indonesia di bulan Syawal. Ia mengingatkan bahwa membiasakan hal baik, seperti bersedekah, adalah kunci kelancaran rezeki.
"Jika muslim sudah biasa tidak bersedekah, maka rezekinya akan menjadi seret dan kelak akan kecewa," pesannya.
Sebagai penutup yang mendalam, Fahrur mengutip kaidah dalam Kitab Alfiyah terkait etika sosial. Ia menekankan bahwa membalas kebaikan dengan kebaikan yang setara jauh lebih sulit dan mulia daripada sekadar membalas kesalahan dengan kesalahan yang sama.
Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan sesi ramah tamah serta jabat tangan antar guru sebagai simbol saling memaafkan di bulan Syawal. (thn/dnd)


Posting Komentar