Yukk Liburan, Potensi Wisata Grobogan Tersembunyi
Saya
lahir dan besar di Kabupaten Grobogan, bahkan mungkin pembaca blog ini juga
dari Kabupaten Grobogan seperti saya. Namun Kabupaten Grobogan kurang santer
terdengar namanya, bahkan walau wilayahnya terhitung terluas kedua di seluruh
Jawa Tengah. Mungkin malah kamu baru mendengar nama Grobogan kali ini — dan
selama ini lebih familiar dengan ibukotanya, Purwodadi.
Padahal,
Grobogan memiliki keindahan alam yang sungguh menakjubkan. Ada air terjun, gua,
tempat pemandian, hingga lumpur dan api abadi yang bisa dituju hanya beberapa
jam saja dari kota besar seperti Semarang dan Yogyakarta.
Untuk memperkenalkanmu lebih jauh dengan keindahan Grobogan, simaklah penuturan yang saya sadur dari website Hipwee berikut ini. Semoga bisa menginspirasimu untuk pergi ke sana dalam waktu dekat ini.
Untuk memperkenalkanmu lebih jauh dengan keindahan Grobogan, simaklah penuturan yang saya sadur dari website Hipwee berikut ini. Semoga bisa menginspirasimu untuk pergi ke sana dalam waktu dekat ini.
1. Api Abadi Merapen
Terletak
di jalur Purwodadi-Semarang, 26 kilometer dari kota Purwodadi. Tepatnya di desa
Manggarmas, kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Api abadi Mrapen
ini merupakan fenomena geologi alam yang cukup langka, terbentuk karena adanya
gas alam yang keluar dari dalam tanah lalu kemudian tersulut api. Diameternya
sendiri sebenarnya mungil, sekitar 1,5 meter. Lalu ia diberi tumpukan batu
kapur di atasnya agar tak berbahaya bagi para pengunjung. Disebut ‘abadi’
karena ia tak akan padam meski berjam-jam diguyur hujan.
Selain
digunakan sebagai upacara obor pada hari raya Waisak, api abadi Mrapen juga
banyak digunakan untuk acara pembukaan olahraga, dari SEA Games di Palembang
sampai Asian Beach Games di China sampai Oman. Tak hanya itu saja yang bisa
kamu temui di sini. Di dekatnya terdapat pula Batu Bobot, yang konon bisa
mengabulkan segala permintaan bagi siapa saja yang dapat mengangkatnya sambil
duduk.
2. Berkunjunglah ke
Bledug Kuwu, dan saksikan letupan lumpur yang “anehnya” mengandung garam
Bila
kamu ingin melihat fenomena alam yang menakjubkan, pergilah ke Bledug Kuwu di
Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Kamu akan disuguhi
pemandangan lumpur yang meletup-letup. Tempat wisata ini terletak sekitar 28 KM
dari kearah timur dari kota Purwodadi. Letaknya juga tak jauh dari api abadi
Mrapen. Meski terletak berkilo-kilometer jauhnya dari laut, lumpur di Bledug
Kuwu ternyata mengandung garam. Karena hal inilah masyarakat menganggap ada
saluran bawah tanah yang menghubungkan Bledug Kuwu dengan Laut Selatan.
Bledug
dalam bahasa Indonesia yang berarti letupan atau letusan, dan kuwu atau kuwur
yang artinya tersebar. Memang ada beberapa titik yang akan meletupkan lumpur di
kawasan secara berulang-ulang dalam rentang waktu 1-2 menit, dengan ketinggian
1 sampai 10 meter. Dan setelahnya, akan ada asap putih yang menyembul keluar
dari letupan lumpur tersebut.
Jangan
khawatir. Meski terlihat ada asap, lumpur di kawasan ini tidaklah panas sama
sekali.
3. Keindahan alam asli
Indonesia dapat kamu nikmati di Air Terjun Widuri
Air
terjun ini terletak di Desa Kemaduh Batur, Kecamatan Tawangharjo, 19 kilometer
sebelah timur laut kota Purwodadi, tepatnya di Jalan Raya
Puwodadi-Blora.Sesampainya di perempatan Ngantrul, Tawangharjo, ambil jalan ke
utara kira-kira 15-20 menit berkendara.
Air
terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter, diapit oleh hutan jati dan
persawahan yang masih asri. Akses menuju air terjun ini lumayan menantang.
Pengunjung diharuskan berjalan kaki melewati area persawahan sebelum akhirnya
sampai di air terjun ini. Tapi jangan malas dulu, karena pemandangan yang kamu
lihat akan sebanding dengan total tenaga yang kamu keluarkan untuknya.
Konon jika mandi pada hari-hari tertentu di Sendang Coyo, wajahmu akan awet muda dan bercahaya
Konon jika mandi pada hari-hari tertentu di Sendang Coyo, wajahmu akan awet muda dan bercahaya
Sendang,
dalam bahasa Indonesia berarti kolam atau danau kecil, disebut Sendang Coyo
karena konon dapat membuat orang yang mandi tepat di tengah malam satu Suro
menjadi awet muda sehingga wajahnya bercahaya — alias cohyo. Air yang jernih
dan segar, serta kedalamannya yang tak lebih dari 1 meter juga membuat sendang
ini banyak dikunjungi oleh keluarga beserta anak-anak mereka.
Objek
wisata pemandian ini terletak di Desa Mlowokarangtalun, sekitar 26 km arah
tenggara kota Purwodadi. Letaknya yang berada di tengah-tengah hutan jati tak
lantas membuat tempat wisata ini sepi. Justru karena jauh dari hiruk-pikuk
kota, tempat ini didaulat sebagai salah satu tujuan wisata favorit warga
sekitar. Apalagi ketika bulan Ramadhan tiba, wah, yang kamu lihat adalah warga
yang sedang mandi di seluruh sudut pemandian ini.
5. Nikmati damainya
pemandangan alam dengan berpiknik di tepi waduk Kedung Ombo
Waduk
Kedung Ombo merupakan waduk yang dibangun pada pertemuan Sungai Uter dan Sungai
Serang. Terletak di Dukuh Kedung Ombo, Desa Gayat, Kecamatan Geyer. Waduk ini
dibangun pada tahun 1985 sampai 1989, dan merupakan salah satu waduk terbesar
di Pulau Jawa, karena dalam pembuatannya sendiri menenggelamkan 37 desa, dan 7
kecamatan, di tiga kabupaten berbeda, yaitu Sragen, Boyolali, dan Grobogan.
Kedung
Ombo juga menawarkan wisata air dengan menngunakan perahu untuk para
pengunjung. Bahkan arena bermain anak-anak juga sudah tersedia. Tak perlu
khawatir jika kehabisan bekal, karena di pinggir waduk ini juga sudah banyak
warung-warung makan yang menjajakan aneka makanan.
6. Grobogan juga
memiliki banyak sekali gua menakjubkan, salah satunya Gua Urang
Gua
Urang merupakan habitat hidup beragam jenis kelelawar. Kelelawar-kelelawar ini
sangat berperan penting dalam pertanian di sekitar gua. Terletak di Kecamatan
Tawangharjo, selain menyajikan stalagmit dan stalagtit, gua ini juga menyajikan
pemandangan sungai bawah tanah. Tak heran jika tanah diatas gua begitu kering,
karena memang air mengalir di dalam gua ini. Di dekat lokasi gua ini juga
terdapat gua-gua lain seperti Gua Kembang, dan Gua Gelatik.
7. Sebelum pulang ke
kota asal, nikmat dan gurihnya Sayur Becek bisa kamu nikmati sambil
mengistirahatkan badan dan kaki
Pada
zaman dahulu, kuliner ini hanya dibuat sebagai jamuan makan bagi orang yang
sedang merayakan hajat di pedesaan. Namun saat ini, sayur becek sudah banyak
dijual di warung-warung makan di Grobogan. Sayur becek ini terdiri dari iga
sapi, maupun balungan (tulang). Mungkin karena ketika makan pasti belepotan
maka diberilah nama sayur becek, seperti tanah yang tergenang air — jadi becek.
Hehe.
8. Kamu juga bisa
menikmati nasi Jagung dan Botok Yuyu, hidangan sederhana yang akan menambah
nafsu makanmu
Seperti
namanya, nasi jagung memang terbuat dari jagung yang digiling halus, direndam,
baru kemudian dikukus. Sedangkan botok yuyu adalah makanan yang terbuat dari
yuyu (baca:kepiting sawah) yang dimasak menggunakan bumbu botok. Biasanya sih
makanan ini juga dilengkapi bersamaan dengan keripik udang.
9. Kalau kamu penggemar
makanan ekstrem, cobalah cicipi makanan khas Grobogan: Swieke
Swike
atau swieke sebenarnya adalah teknik mengolah daging. Jadi dagingnya bisa
berasal dari hewan apa saja, dari bebek hingga ayam. Tak harus kaki katak yang
akhirnya dihidangkan.
Jadi
jika kamu tak memakan daging katak, jangan khawatir. Ada juga kok restoran yang
menjual swieke halal di Purwodadi. Kamu hanya perlu bertanya pada pemiliknya
saja. Jangan sampai ketinggalan nikmatnya perpaduan jahe, bawang putih, dan
merica dalam kuah bumbu swieke yang khas. Kalau ke Purwodadi dan nggak makan
swieke, kamu termasuk golongan merugi!
Sudah
terbukti, bukan, kalau Grobogan menyimpan berjuta keindahan? Jadi kapan nih
kamu mau mengunjunginya?
#API
ABADI #BLEDUG KUWU #GROBOGAN #PURWODADI
Posting Komentar