5000 an Warga Cingkrong Terdampak Banjir Besar Grobogan
GROBOGAN – Bencana banjir di Kabupaten Grobogan semakin meluas hingga memaksa pemerintah daerah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34 desa di 19 kecamatan terdampak luapan air. Kondisi diprediksi masih mengkhawatirkan seiring meningkatnya elevasi Sungai Lusi.
Dampak Parah di Desa Cingkrong
Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Desa Cingkrong. Sekitar 2.415 keluarga atau kurang lebih 5.000 warga terendam banjir sejak Senin pagi (16/2). Dusun Karangmanis dan Dusun Tegal Giling menjadi titik awal genangan yang dipicu oleh meluapnya Sungai Serang akibat curah hujan tinggi dan kondisi hutan yang gundul.
"Ada enam dusun di Desa Cingkrong, semuanya terendam. Ini banjir terbesar dalam empat tahun terakhir," ungkap Perangkat Desa Cingkrong, Ririn Dwi Novitasari.
Sorotan Terhadap Kerusakan Alam
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Artani. Saat meninjau lokasi bencana, politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbak Lusi ini menekankan pentingnya evaluasi terhadap kelestarian lingkungan.
"Bencana ini harus membuat kita lebih peduli. Jika alam rusak, ia akan 'marah' dan membawa dampak besar seperti yang kita rasakan sekarang," ujar Lusia.
Wacana Perubahan Status Hutan
Sebagai langkah jangka panjang, Lusia menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengkaji ulang fungsi hutan di wilayah Grobogan.
"Kami akan membuat kajian bersama pemerintah terkait kemungkinan mengusulkan perubahan status Hutan Produksi menjadi Hutan Lindung di kawasan Kabupaten Grobogan," pungkasnya.
Selain meninjau lokasi, Ketua DPRD juga menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak untuk meringankan beban masyarakat di tengah situasi darurat ini.
Posting Komentar